Indonesia
Produk konsumen
Philips AVENT - Keluhan kesehatan bayi pada umumnya

Keluhan kesehatan bayi pada umumnya

Terdapat sejumlah gangguan kesehatan ringan yang dapat memengaruhi bayi yang masih kecil. Sekalipun sebagian besar di antaranya dapat disembuhkan dengan mudah, gangguan ini tetap mencemaskan bagi orang tua baru. Berikut panduan berguna seputar masalah kesehatan bayi yang paling umum ditemui.

Philips AVENT - Keluhan kesehatan bayi pada umumnya

Bayi resah dan kolik

Banyak bayi yang masih kecil sesekali merasa gelisah dan menangis karena merasa tidak nyaman – namun bukan karena lapar. Ini seringkali disebut kolik, dan umum terjadi di sore dan malam hari. Bayi biasanya tak lagi mengalaminya setelah menginjak usia sekitar lima bulan.

Karena penyebab kolik tidak diketahui, gangguan ini bisa sulit diobati dan seringkali dapat diperingan dengan menenangkan, menyamankan, dan memijat bayi Anda. Untuk tip selengkapnya seputar cara membantu bayi Anda melewati masa sulit ini, lihat bagian penjelasan kami mengenai kolik.

Gumoh (memuntahkan susu setelah menyusu)

Gumoh terjadi pada sebagian besar bayi yang masih kecil. Sedikit susu dari lambung mereka terdorong naik kembali ke mulut. Hal ini tidak membahayakan dan bayi yang mengalami gumoh ringan berat badannya akan bertambah, tumbuh normal, dan akhirnya tak lagi mengalaminya.

Muntah

Bila bayi Anda muntah, sejumlah besar susu akan terdorong keluar. Ini dapat diakibatkan oleh pemberian makanan yang berlebihan, atau infeksi. Jika bayi Anda muntah-muntah, Anda harus meminta saran dari profesional kesehatan Anda.

Refluks atau refluks gastroesofagus

Jika bayi Anda mengalami refluks, isi lambung akan naik ke batang tenggorok, namun tidak selalu mencapai mulut. Ini akan menimbulkan kegelisahan, namun Anda mungkin tidak menyadari bahwa penyebabnya adalah refluks.

Jenis refluks yang lebih parah disebut gastro-oesophageal reflux disease (GERD) dan dapat mengakibatkan bayi Anda sering menjerit-jerit. GERD biasanya sembuh sendiri seiring waktu, namun terus berlanjut sepanjang tahun pertama bayi Anda dan lebih lama lagi pada beberapa anak.

Untuk menangani GERD, pemberian susu dengan porsi lebih kecil dan lebih sering sepanjang hari dapat membantu, jadi cobalah memberi bayi Anda minum susu dengan takaran lebih sedikit tiap tiga jam alih-alih tiap empat jam. Bagi bayi yang diberi ASI, pengaturan posisi dan pelekatan mulut bayi pada payudara yang lebih baik dapat membantu meringankan GERD.

Profesional kesehatan Anda dapat menganjurkan makanan yang lebih kental jika bayi Anda mengonsumsi susu formula, dan akan meresepkan obat anti-refluks ringan.

GERD terkadang dapat disebabkan oleh intoleransi terhadap protein susu sapi, dan dokter anak mungkin akan mempertimbangkan untuk mencoba diet tanpa protein susu.

Diare dan gastroenteritis

Diare umum terjadi pada bayi, khususnya bayi yang mengalami rasa sakit saat tumbuh gigi.

Gastroenteritis (radang saluran cerna)

Gastroenteritis disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi virus. Hal ini lebih sering terjadi pada bayi yang diberi susu formula, karena peluang terjadinya kontaminasi bakteri lebih tinggi saat susu disiapkan. Bayi di bawah usia enam bulan, khususnya, rentan terhadap gastroenteritis dan dehidrasi, dan mungkin harus dirawat di rumah sakit.

Gastroenteritis jarang terjadi pada bayi yang diberi ASI eksklusif, namun jika mereka sampai mengidapnya, sebaiknya pemberian ASI terus dilanjutkan, karena mereka dapat mengalami dehidrasi. Dalam kasus yang parah, mereka akan membutuhkan tambahan cairan rehidrasi oral.

Diare berkelanjutan setelah gastroenteritis akut dapat berkaitan dengan intoleransi sementara terhadap laktosa. Pemberian ASI harus dilanjutkan, namun bayi yang diberi susu formula dapat beralih ke susu formula bebas laktosa. Saran seputar mengecualikan makanan yang mengandung susu dan laktosa diperlukan bagi bayi yang disapih. Hal ini hanya boleh dilakukan dalam pengawasan praktisi medis dan mengikuti saran ahli gizi.

Konstipasi/Sembelit

Konstipasi adalah kesulitan, keterlambatan, atau rasa sakit saat buang air besar (BAB).

Sepanjang tiga hingga empat bulan pertama, bayi seharusnya sering BAB, dengan kotoran berwarna kuning terang dan lembek, setidak-tidaknya dua sampai tiga kali sehari. Mulai tiga hingga empat bulan, BAB akan makin jarang dan kadang bayi tidak BAB hingga beberapa hari. Selama bayi sehat dan senang, Anda tak perlu cemas. Setelah diperkenalkan pada makanan keras, frekuensi dan warna BAB dapat berubah.

Konstipasi jarang terjadi pada bayi yang diberi ASI, namun jika bayi mengalami konstipasi, bisa jadi ia tidak mendapatkan cukup ASI karena posisi dan pelekatan mulut dan payudara yang kurang baik. Konsultasikan dengan bidan atau petugas medis Anda untuk memastikan bahwa bayi Anda sudah diposisikan dengan benar dan mampu melekatkan mulut pada payudara saat menyusu.

Konstipasi merupakan masalah yang lebih awam dijumpai pada bayi yang diberi susu formula. Bayi yang beralih dari ASI ke susu formula seringkali mengalami konstipasi. Salah satu penyebabnya mungkin karena garam kalsium dalam susu formula yang dapat memperkeras BAB pada sebagian bayi. Penyebab lainnya antara lain:

  • Formula terlalu kental
  • Pemberian cairan yang kurang memadai, termasuk pemberian susu yang kurang
  • Intoleransi terhadap protein susu sapi

Menangani konstipasi pada bayi yang diberi susu formula

  • Pastikan bayi Anda mendapatkan cukup susu
  • Pastikan susu formula disiapkan sesuai instruksi produsennya
  • Peralihan dari susu formula dominan kasein (susu nomor 2) ke dominan dadih/whey (susu nomor 1) dapat membantu
  • Peralihan ke formula modifikasi untuk gangguan pencernaan ringan – lemak dalam formula ini berbeda
  • Tambahan minuman berupa air masak yang didinginkan harus diberikan saat cuaca panas
  • Jika anak Anda sedang disapih, pastikan ia mengonsumsi diet penyapihan yang seimbang, termasuk buah, sayuran, dan sereal, seperti bubur, Weetabix dan Shreddie – dedak (sereal) tidak boleh diberikan kepada bayi
  • Selalu berikan minum beserta makanan

Jika konstipasi berlanjut, konsultasikan dengan profesional kesehatan Anda.

Pertumbuhan Terhambat

Jika bayi Anda kurang minum susu, ia tidak akan tumbuh sebagaimana diharapkan. Bayi memang mengalami penurunan berat badan di beberapa hari pertama hidupnya, namun semestinya kembali menambah berat badan dalam 10 hingga 14 hari.

Bayi yang diberi ASI dan yang diberi susu formula memiliki pola pertumbuhan yang agak berbeda sepanjang tahun pertama hidup mereka. Bayi yang diberi ASI tumbuh lebih cepat di tiga hingga empat bulan pertama, kemudian lebih lambat sejak bulan kelima jika dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

Bayi tidak boleh ditimbang lebih sering dari dua minggu sekali, karena interval yang lebih singkat tidak selalu dapat menunjukkan peningkatan atau penurunan berat badan yang akurat.

Tanda-tanda pertumbuhan terhambat antara lain:

  • Peningkatan berat badan yang buruk atau tak menentu, atau tidak ada peningkatan
  • Bayi Anda lesu atau menangis lemah
  • Kekencangan otot yang buruk dan kulit bergelambir
  • Air seni kental, beberapa kali sehari
  • Jarang buang air besar
  • Kurang dari delapan kali minum ASI singkat setiap hari

Menangani pertumbuhan terhambat pada bayi yang diberi ASI

  • Bayi Anda harus menyusu sekurang-kurangnya delapan kali dalam 24 jam (termasuk di malam hari)
  • Anda harus memberi ASI kepada bayi Anda sampai ia melepaskan payudara Anda dengan sendirinya. Jika ia mengantuk, ganti popok dapat membantu membangunkannya dan ia selanjutnya dapat minum dari payudara yang lain
  • Anda dan bayi Anda harus bersentuhan kulit-dengan-kulit sesering mungkin
  • Cobalah menekan keluar ASI dari payudara Anda setelah bayi Anda selesai minum – jika payudara Anda sudah sepenuhnya kosong, lebih banyak ASI akan diproduksi untuk pemberian ASI berikutnya
  • Posisi yang berbeda dalam memberi ASI, seperti di bawah lengan, atau berbaring, dapat membantu bayi Anda menyusu dengan lebih efisien
  • Jika bayi Anda mengantuk atau malas menyusu, Anda mungkin perlu memompa ASI Anda untuk sementara dan memberi ASI melalui cangkir atau botol, hingga bayi Anda sering mengeluarkan BAB berwarna kuning dan ia lebih terjaga – selanjutnya Anda dapat memberinya ASI dari payudara kembali
  • Pastikan Anda mengonsumsi menu seimbang dan cukup minum
  • Usahakan sebisa mungkin untuk tenang, karena stres atau rasa cemas dapat mengurangi produksi ASI Anda

Menangani pertumbuhan terhambat pada bayi yang diberi susu formula:

  • Pastikan penggunaan susu formula yang tepat dan Anda menyiapkannya dengan benar
  • Pastikan ukuran dot pada botol bayi Anda sudah tepat

Jika bayi Anda lahir prematur, Anda harus terus menggunakan susu formula bagi bayi prematur atau formula energi-tinggi sebagaimana dianjurkan oleh dokter anak atau ahli gizi Anda.

Harap diketahui bahwa informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya ditujukan sebagai saran umum dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti saran medis profesional. Apabila Anda atau keluarga atau anak Anda menderita gejala atau kondisi yang akut atau terus menerus, cari pertolongan medis profesional. Philips AVENT tidak bertanggung jawab atas segala kerugian akibat penggunaan informasi yang kami sediakan di situs web ini.

Produk terkait

Saran terkait