Raih Kembali Mimpimu Bersama Philips

 

Sleep apnea seringkali tidak diperiksakan, tetapi Philips sediakan solusi yang dapat mengubah hidup. 

Maret 16, 2017

Indonesia Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA) memperingati Hari Tidur Sedunia atau World Sleep Day tahun 2017 dengan membangun kesadaran tentang bahaya sleep apnea dan  pentingnya tidur yang berkualitas. Sleep apnea  ternyata menjadi  penyebab orang merasa letih dan tidak segar saat bangun di pagi hari. Hal ini dikarenakan napas mereka menjadi pendek atau bahkan sempat berhenti sejenak saat tidur di malam hari. Kondisi ini mengkhawatirkan karena penderita mengalami sesak napas dan sering terbangun akibat rendahnya tingkat oksigen di dalam tubuh dan otak.

 

Menurut studi dari American Academy of Sleep Medicine, gejala umum dari sleep apnea adalah kelelahan, sulit berkonsentrasi, kehilangan memori, sakit kepala, insomnia, lekas marah serta penyakit jantung dan depresi. Sementara itu dalam sebuah Jurnal Penyakit Dalam Indonesia menyebutkan bahwa hampir 24% dari populasi menderita sleep apnea. Jumlah pria dengan sleep apnea empat kali lebih banyak dibandingkan dengan perempuan. Dalam kelompok usia di atas 65 tahun, 10 persennya memiliki kondisi tersebut.

 

"Saat ini belum ada penelitian nasional mengenai prevalensi sleep apnea, sebuah studi yang dilakukan hanya di wilayah Jakarta menunjukkan bahwa prevalensi di ibukota negara mencapai 16 - 17 persen," Dr. Rimawati Tedjasukmana, Sps, RPSGT dari Rumah Sakit Medistra menjelaskan.

 

Philips, sebagai perusahaan teknologi kesehatan telah menghadirkan Respironics, perangkat inovatif yang khusus dirancang untuk menangani sleep apnea kronis dan memungkinkan penderita dapat bernapas lebih mudah dan tidur lebih alami. Produk ini termasuk perangkat terapi Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang mampu menghasilkan aliran udara yang stabil dan lembut untuk mencegah tenggorokan sakit dan melegakan apnea, serta memastikan tidur nyaman sepanjang malam.

 

"Sleep apnea bisa menjadi silent killer dengan gejala—seperti mendengkur, berhenti bernapas sesaat, sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, tersedak, tercekik waktu tidur, bangun tidak segar, mengantuk berlebihan, sakit kepala di pagi hari, merasa lelah sepanjang hari—seringkali diabaikan, atau ada juga penderita berusaha mencoba mengatasi kondisi ini dengan berbagai cara. Dengan tingkat prevalensi di Indonesia, individu didorong untuk memeriksakan diri apakah ia menderita sleep apnea, karena ini berpotensi untuk memburuk jika tidak ditangani," kata Dr. Rimawati.

 

"Ada berbagai jenis kondisi apnea, dan dengan diagnosa yang tepat akan membantu penderita dalam memilih perangkat yang tepat untuk mengatasi dampak apnea yang tidak nyaman. Perangkat CPAP adalah penanganan sleep apnea non-bedah pertama dan paling efektif untuk orang dewasa yang tersedia saat ini," kata Dr. Rimawati.

 

"Di Philips, kami memahami bahwa kualitas tidur yang baik akan membuat kehidupan seseorang lebih berkualitas. Ini adalah salah satu alasan mengapa kami fokus pada upaya inovasi kami untuk menangani sleep apnea," kata Suryo Suwignjo, Presiden Direktur Philips Indonesia. "Tanggal 17 Maret adalah Hari Tidur Sedunia yang memberikan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan sleep apnea agar penderita atau mereka yang berpotensi menderita dapat menemukan cara untuk memulihkan kualitas tidur dan bermimpi indah."

 

Masker dan perangkat Philips Respironics dikembangkan dengan mengacu pada kebutuhan penderita. Sebagai pemimpin global dalam bidang alat bantu tidur dan pernapasan, Philips terus menyediakan produk perawatan yang terbaik dan nyaman. "Philips ingin Anda mengambil kembali mimpi Anda dan tidur lebih berkualitas di malam hari, sehingga Anda dapat menjadi lebih produktif. Sudah waktunya untuk menjalani kehidupan yang Anda inginkan," kata Suryo Suwignjo.

 

Philips Respironics tersedia di beberapa rumah sakit di Indonesia. Sebelum membeli produk Philips Repironics, pasien terlebih dahulu harus menjalani pemeriksaan sleep apnea dan telah terdiagnosa menderita sleep apnea oleh dokter. Pasien harus mengikuti beberapa prosedur untuk mendapatkan hasil yang efektif. Informasi lebih lanjut mengenai sleep apnea bisa didapatkan di:

 https://www.philips.com.sg/healthcare/consumer/sleep-apnea/homepage

Informasi lebih lanjut, hubungi

 

Yulin Febrina

Corporate Communication Manager

Philips Indonesia

Tel: +62 2965 1330

E-mail: yulin.febrina@philips.com

Tentang Royal Philips

Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA) merupakan perusahaan teknologi kesehatan terkemuka yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat dan memungkinkan hasil yang lebih baik di sepanjang rangkaian layanan Kesehatan, mulai dari gaya hidup sehat dan pencegahan, diagnosis, pengobatan hingga perawatan di rumah. Philips memanfaatkan teknologi canggih serta pemahaman mendalam secara klinis maupun mengenai konsumen untuk memberikan solusi yang terintegrasi. Perusahaan ini adalah pemimpin dalam pencitraan diagnostik, terapi dipandu citra, pemantuauan pasien dan informatika kesehatan, serta kesehatan konsumen dan perawatan di rumah. Berkantor pusat di Belanda, Philips mencapai penjualan pada tahun 2016 sebesar EUR 17,4 miliar dan mempekerjakan sekitar 71.000 karyawan dengan penjualan dan layanan pada lebih dari 100 negara. Berita tentang Philips dapat ditemukan di https://www.philips.co.id/id