Mei 29, 2020

Perawatan Manula: Mempertimbangkan Kebutuhan Khusus Warga Lansia

   

Jakarta, Indonesia – Masyarakat dalam kategori lanjut usia (lansia) sering kali lebih rentan terhadap penyakit, dan ketika jatuh sakit akan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Oleh karena itu, dalam rangka merayakan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2020, Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA) mendukung masyarakat Indonesia untuk dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan para lansia, terutama pada masa penuh tantangan seperti saat ini.

 

Dalam lima dekade terakhir, populasi lansia Indonesia telah meningkat dua kali lipat menjadi 9,6% atau sekitar 25 juta pada 20191. Kesehatan adalah salah satu aspek penting untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia, terutama pada kondisi pandemi seperti sekarang.

 

“Dalam situasi yang tidak menentu seperti sekarang ini, rumah dapat menjadi tempat paling aman untuk Anda dan anggota keluarga lansia. Karenanya, Philips ingin membantu menjadikan rumah tempat yang lebih baik, dengan menyediakan solusi untuk membantu masyarakat merasa lebih baik dan menjaga kesehatannya di rumah,” ujar Pim Preesman, Presiden Direktur Philips Indonesia.

 

Ahli geriatri terkemuka di Indonesia, Prof. Siti Setiati, MD, PhD, menegaskan pentingnya tetap tinggal di rumah bagi lansia, karena memiliki lebih banyak kondisi kesehatan kronis dibandingkan dengan mereka yang lebih muda. Sistem imun tubuh yang menua juga membuat lansia lebih sulit untuk melawan penyakit, infeksi dan virus.

 

“Orang lansia sering kali memiliki kebutuhan yang lebih tinggi untuk berinteraksi dan bersosialisasi, tetapi dengan kondisi saat ini, lebih baik tetap di rumah saja. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di dalam rumah, seperti membaca, berkebun, bermain teka-teki, atau memasak. Untuk memenuhi kebutuhan sosial, keluarga atau perawat dapat membantu mereka berkomunikasi lewat panggilan video secara berkala,” ucap Prof. Siti yang juga merupakan Ketua Umum Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) dan berpraktik di Rumah Sakit Dr. Ciptomangunkusumo.

Untuk menjaga kesehatan dan sistem imun, Prof. Siti merekomendasikan lansia melakukan olahraga ringan, seperti berjalan keliling rumah selama 30 menit, senam aerobik mengikuti video online, atau jika ada, bisa juga menggunakan alat olahraga dengan pengawasan.

 

“Olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan hingga 50%. Sebaliknya, olahraga dengan intensitas tinggi justru dapat menambah risiko infeksi,” jelas Prof. Siti. “Olahraga yang dapat dilakukan oleh lansia, contohnya berjalan cepat kurang dari 5km/jam, bersepeda dengan kecepatan di bawah 16km/jam, atau berkebun,” tambahnya.

 

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan oleh keluarga atau perawat lansia adalah asupan makanan. “Setiap lansia mungkin memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, tetapi secara umum lansia membutuhkan 50-60% karbohidrat, 20-25% protein, serta 20-25% lemak tidak jenuh, yang dapat ditemukan di minyak zaitun dan ikan. Selain itu, penting untuk mengonsumsi sayur-mayur yang cukup.”

 

Membuka jendela setiap pagi juga dapat dilakukan untuk mendapatkan sinar matahari dan membantu udara segar dan bersih masuk ke dalam rumah. Hal ini perlu dilakukan terutama bagi lansia yang memiliki alergi terhadap debu dan polusi. “Dalam kondisi tersebut, menjaga kualitas udara di dalam rumah menjadi sangat penting. Jika tidak, lansia dapat mengalami gejala bersin atau batuk dan memudahkan mereka terkena infeksi. Beberapa penelitian juga menunjukkan hubungan antara polusi dan kurangnya lahan hijau di perkotaan berdampak pada menurunnya kualitas udara di rumah, yang dapat menjadi penyebab depresi dan meningkat risiko demensia pada lansia,” jelas Prof. Siti.

 

Untuk meningkatkan kualitas udara di dalam rumah, pencegahan adalah kunci utama. Philips menawarkan berbagai solusi canggih termasuk pembersih udara yang dapat mengurangi partikel yang tidak terlihat di udara, seperti kotoran dan debu. Alat ini juga memungkinkan pengguna untuk mengendalikan kualitas udara bagi keluarga mereka.

 

Dengan solusi yang relevan, Philips bertujuan membantu membuat hidup lebih baik dengan menjadikan rumah tempat yang lebih baik, sehingga masyarakat dapat merawat dan menjaga keluarga mereka dengan lebih nyaman.

 

“Dalam situasi yang tidak menentu seperti sekarang ini, rumah dapat menjadi tempat paling aman untuk Anda dan anggota keluarga lansia. Karenanya, Philips ingin membantu menjadikan rumah tempat yang lebih baik, dengan menyediakan solusi untuk membantu masyarakat merasa lebih baik dan menjaga kesehatannya di rumah,” ujar Pim Preesman, Presiden Direktur Philips Indonesia.

ujar Pim Preesman

Presiden Direktur Philips Indonesia.

Dengan solusi yang relevan, Philips bertujuan membantu membuat hidup lebih baik dengan menjadikan rumah tempat yang lebih baik, sehingga masyarakat dapat merawat dan menjaga keluarga mereka dengan lebih nyaman.

Tentang Royal Philips

Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA) merupakan perusahaan teknologi kesehatan terkemuka yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat dan memungkinkan hasil yang lebih baik di sepanjang rangkaian layanan kesehatan, mulai dari gaya hidup sehat dan pencegahan, diagnosis, pengobatan hingga perawatan di rumah. Philips memanfaatkan teknologi canggih serta pemahaman mendalam secara klinis maupun mengenai konsumen untuk memberikan solusi yang terintegrasi. Perusahaan ini adalah pemimpin dalam pencitraan diagnostik, terapi dipandu citra, pemantauan pasien dan informatika kesehatan, serta kesehatan konsumen dan perawatan di rumah. Berkantor pusat di Belanda, Philips mencapai penjualan pada tahun 2019 sebesar EUR 19,5 miliar dan mempekerjakan sekitar 81.000 karyawan dengan penjualan dan layanan pada lebih dari 100 negara. Berita tentang Philips dapat ditemukan di www.philips.com/newscenter

Baca lengkapBaca ringkas

Topik

Kontak

Yulin Febrina

Yulin Febrina

Corporate Communications Manager

Tel: +628118440981

Aset media

Bagikan di media sosial

Berita terkait lainnya