Pusat berita

Agu 08, 2018

Mengungkap Fakta di Balik Mitos Seputar Menyusui

 

Ibu harus lebih bijak menerima tips dalam memberikan ASI dan MPASI

Jakarta – Philips AVENT, bagian f Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHI) yang merupakan pemimpin dalam produk perawatan ibu dan anak turut berpartisipasi di Breastfeeding Week dengan mengingatkan orangtua untuk bijak dalam menerima informasi untuk membuat keputusan bagi sang buah hati.

 

Orangtua, terutama yang baru memiliki anak, biasanya memiliki banyak kekhawatiran dalam menangani bayi mereka, terutama terkait dengan nutrisi. ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian dilanjutkan hingga 2 tahun, sangat direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Banyak ibu yang berjuang untuk dapat mengikuti rekomendasi ini. Namun, masih banyak mitos seputar menyusui dan mempersiapkan MPASI yang masih dipercaya sebagaian orang. Sayangnya, di era digital ini banyak sekali mitos dan informasi di media sosial yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan secara medis. Selain itu, banyak juga informasi dan mitos yang diperoleh dari orang-orang terdekat. Inilah mengapa orangtua harus bijak dalam mencari informasi yang benar.

Di jaman modern ini, ternyata masih banyak orang yang percaya dengan mitos atau ‘kata orang dulu’, padahal belum tentu semuanya benar. Sekarang, informasi sangat mudah diakses melalui internet. Ketika mendapat nasihat dari orang lain, maka orangtua harus aktif untuk mengkonfirmasi dan mencari info yang benar. Percayai sumber informasi kredibel seperti dokter, organisasi terpercaya atau situs parenting, bukan hanya blog post atau unggahan media sosial tanpa sumber yang jelas.

Spesialis anak dr. Yoga Devaera

Sp.A(K) mengatakan

Mengenai mitos yang banyak beredar, dr. Yoga Devaera memberikan contoh: “Salah satu pasien saya pernah bertanya apa benar setelah usia enam bulan, bayi membutuhkan tambahan jenis susu lainnya. Ini tidak benar. ASI sudah menyediakan semua yang dibutuhkan sang bayi. Yang harus diberikan setelah enam bulan adalah pengenalan makanan padat melalui MPASI yang tepat. Mitos lain yang juga sering didengar adalah, jika bayi diberikan ASI dengan botol, ia akan menolak payudara ibu. Ini juga tidak benar. Ada banyak bayi yang menyusui dari payudara dan botol secara bergantian tanpa masalah berarti. Selama botol itu diperkenalkan setelah sang bayi sudah mahir menyusui secara langsung dari payudara ibu, biasanya di sekitar usia 2 bulan. Setiap ibu hidup dalam situasi dan kondisi yang berbeda, dan banyak dari mereka yang terbantu dengan menyusui bayinya secara langsung dan menggunakan botol secara bergantian. Penggunaan botol juga memungkinkan sang Ayah atau anggota keluarga lain untuk membantu ibu memberikan ASI kepada si kecil.”

 

Selama lebih dari 30 tahun, Philips AVENT secara konsisten melakukan inovasi yang berarti untuk memberikan solusi terbaik bagi ibu dan bayi. Produk pompa ASI Philips AVENT yang dilengkapi bantal pijat lembut dapat membantu menstimulasi ASI agar lebih lancar dan disertai dengan desain khusus sehingga mudah dipasang dan dibersihkan.  Sedangkan Philips AVENT Natural bottle dengan desain dot lebar serta kelopak nyaman yang menyerupai payudara dapat membantu mengurangi bingung puting yang kerap dialami bayi.

 

Memberikan yang terbaik bagi buah hati bisa menjadi perkara rumit bagi orangtua, terutama ketika mereka dibombardir dengan informasi dan nasihat dari orang-orang terdekat maupun media sosial.

Philips AVENT ingin menggunakan kesempatan ini untuk membantu mengedukasi orangtua dan menyediakan informasi yang benar bagi mereka. Tentu saja, kami juga menyediakan solusi untuk membantu para orangtua, terutama ibu, untuk bisa memberi ASI eksklusif dan MPASI yang sesuai dengan kebutuhan bayi.

Yongky Sentosa

Head of Philips Personal Health Indonesia

Hindari kesalahpahaman dalam menyediakan makanan penting untuk bayi di 1000 hari pertama

 

Dalam kesempatan ini, dr. Yoga Devaera juga membantu meluruskan beberapa mitos seputar ASI dan MPASI yang sering beredar, antara lain:
 

1.        Mitos Ibu menyusui hanya boleh mengonsumsi makanan ‘hambar’

  • Benar, bahwa ibu menyusui harus memperhatikan apa yang ia makan, tetapi tidak berarti harus ada banyak pantangan. Ibu bisa memakan makanan yang mereka suka, selama tidak berpengaruh buruk ke kesehatan ibu (misalnya makanan yang dapat menyebabkan alergi atau makanan yang terlalu pedas). Bahkan, ada keuntungan tersendiri dari ibu yang tidak terlalu banyak pantangan ketika menyusui. Selain membuat Ibu senang karena bisa memakan beragam makanan dan mengurangi stress sehingga produksi ASI lebih lancar, si kecil nantinya tidak akan tumbuh menjadi anak yang pilih-pilih makanan, karena sudah diperkenalkan dengan berbagai rasa.
     

2.        Mitos Ibu harus berhenti menyusui ketika sedang sakit

  • Tidak menyusui selama sakit bukan berarti bayi tidak akan tertular penyakit ibu. Di saat ibu menyadari bahwa ia tidak sehat, si kecil kemungkinan sudah mulai terinfeksi. Malahan, menyusui ketika sedang sakit akan memberikan antibodi pelindung yang akan menjaga bayi tetap sehat.
     

3.        Mitos Setelah kembali bekerja, Ibu harus menyapih bayinya

  • Tidak benar. Jika ibu mau berkomitmen untuk memerah ASInya, dia tetap bisa memberikan ASI bagi si kecil selama yang dia inginkan. Ibu bisa memerah tiga kali di sela pekerjaan—jika memungkinkan di waktu-waktu Ibu biasa menyusui bayinya—hingga usia bayi mencapai 6 bulan. Setelahnya, ketika si kecil sudah mulai bisa diberikan MPASI, Ibu bisa mengurangi jadwal memerah ASI ke dua kali sehari, dengan catatan ibu tetap menyusui di pagi hari sebelum berangkat dan di malam hari.

 

4.        Mitos MPASI harus terdiri dari banyak buah dan sayur saja

  • Bayi juga membutuhkan kalori. Sementara buah adalah penghambat penyerapan zat besi—zat yang sangat dibutuhkan anak pada periode emas untuk mencegah anemia dan pembentukan sinaps-sinaps otak. Kandungan zat besi pada ASI sang Ibu berkurang seiring usia bayi bertambah. Apabila si kecil hanya diberikan buah dan sayur tanpa karbohidrat, makin lama si kecil makin kekurangan zat besi. Sebaiknya MPASI juga mengandung karbohidrat seperti tepung beras, kentang, dan juga protein hewani serta lemak.

 

Selain memberikan solusi untuk memberikan ASI, Philips AVENT 4-in-1 Steamer Blender juga dapat membantu para ibu untuk memberikan MPASI kepada sang buah hati. Philips AVENT 4-in-1 steamer blender mampu mengukus, mencampur, mencairkan dan memanaskan kembali, sehingga memudahkan orang tua dalam menyiapkan MPASI. Orangtua dapat mengukus makanan bayi secara merata tanpa harus merebus air. Setelah makanan dikukus, cukup angkat wadah dan balikkan untuk mencampur makanan dengan konsistensi yang diinginkan sehingga cukup lembut untuk bayi menelan.

Tentang Royal Philips

 

Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA) merupakan perusahaan teknologi kesehatan terkemuka yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat dan memungkinkan hasil yang lebih baik di sepanjang rangkaian layanan kesehatan, mulai dari gaya hidup sehat dan pencegahan, diagnosis, pengobatan hingga perawatan di rumah. Philips memanfaatkan teknologi canggih serta pemahaman mendalam secara klinis maupun mengenai konsumen untuk memberikan solusi yang terintegrasi. Perusahaan ini adalah pemimpin dalam pencitraan diagnostik, terapi dipandu citra, pemantauan pasien dan informatika kesehatan, serta kesehatan konsumen dan perawatan di rumah. Berkantor pusat di Belanda, Philips mencapai penjualan pada tahun 2016 sebesar EUR 17,4 miliar dan mempekerjakan sekitar 71.000 karyawan dengan penjualan dan layanan pada lebih dari 100 negara. Berita tentang Philips dapat ditemukan di www.philips.com/newscenter.

Baca lengkapBaca ringkas

Topik

Kontak

Yulin Febrina

Yulin Febrina

Corporate Communications Manager

Tel: +628118440981

Bagikan di media sosial