Jakarta, Indonesia, 28 Januari 2026 – Philips, pemimpin global dalam teknologi kesehatan, pada hari Senin lalu (26/01) mengumumkan kemitraan dengan produsen alat Kesehatan lokal PT PHC Indonesia (sebelumnya Panasonic Healthcare Indonesia), anak usaha dari Gobel Group, serta PT Graha Teknomedika, untuk memproduksi sistem Ultrasound dan alat patient monitor berteknologi canggih di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Inisiatif ini dirancang untuk memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus mendorong penguatan kapabilitas industri alat kesehatan nasional. Kemitraan ini juga memperluas kehadiran jangka panjang Philips di Indonesia yang hingga saat ini, telah mempekerjakan lebih dari 3.900 karyawan yang tersebar di 12 kota, termasuk di fasilitas manufaktur di Batam.
Kemitraan lokal-untuk-lokal ini menggabungkan keunggulan teknologi kesehatan global yang dimiliki oleh Philips dengan kemampuan manufaktur lokal untuk mendukung transfer teknologi dan keahlian, serta pengembangan talenta lokal. Dengan memproduksi teknologi kesehatan secara lokal, Philips bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas tinggi, sehingga lebih banyak pasien di Indonesia yang mendapatkan perawatan kesehatan yang baik.
“Kami menyambut baik inisiatif yang bertujuan memperkuat produksi alat kesehatan dalam negeri sekaligus mendorong transformasi layanan kesehatan di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. L. Rizka Andalucia. “Pengembangan kapasitas manufaktur dalam negeri akan memperkuat ketahanan rantai pasok nasional, mendorong peningkatan standar teknologi, serta mendukung terwujudnya sistem layanan kesehatan yang lebih tangguh dan mandiri,” lanjutnya.

Dr. L Rizka Andalucia, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI pada Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Produksi Dalam Negeri
Melalui kemitraan dengan PT PHC Indonesia, Philips akan mengeksplorasi produksi sistem Ultrasound guna mendukung kebutuhan rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia, seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap layanan pencitraan medis.
Solusi Ultrasound dari Philips dapat menghadirkan pencitraan secara real-time beresolusi tinggi dan dapat digunakan di berbagai keperluan, termasuk pemeriksaan umum, kardiologi dan kesehatan wanita. Didukung fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), teknologi ini membantu tenaga medis bekerja lebih efisien dan mendukung hasil klinis yang konsisten.

Nurul Ichwan, Deputi Menteri Bidang Promosi Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI pada Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Produksi Dalam Negeri
Dengan memproduksi Ultrasound di dalam negeri, maka akses terhadap teknologi tersebut dapat menjadi lebih luas sehingga memungkinkan diagnosis yang lebih cepat dan pengambilan keputusan akan perawatan juga menjadi lebih tepat.
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat kapabilitas industri manufaktur alat kesehatan di Indonesia melalui kemitraan yang positif dan konstruktif,” ujar Yuji Okada, Presiden Direktur PT PHC Indonesia. “Dengan berfokus pada produksi lokal dan alih teknologi, kami ingin mendukung prioritas nasional di bidang kesehatan sekaligus memperluas akses terhadap solusi diagnostik yang andal bagi para penyedia layanan kesehatan di seluruh Indonesia.”
Philips bermitra dengan PT Graha Teknomedika untuk memproduksi sistem pemantauan pasien rumah sakit secara lokal, seiring meningkatnya kebutuhan layanan perawatan rumah sakit serta tuntutan pengelolaan pasien yang dalam kondisi kompleks dan kritis.
Solusi patient monitor dari Philips dapat memantau tanda-tanda vital seperti detak jantung, saturasi oksigen, dan tekanan darah. Dilengkapi dengan alarm pintar, teknologi canggih yang dapat membantu memberikan keputusan klinis, serta kemampuan analitik yang terintegrasi, alat monitor pasien ini membantu tenaga medis untuk mendeteksi secara proaktif perubahan dini pada kondisi pasien dengan akurat. Konektivitas antarsistem di lingkungan rumah sakit juga memungkinkan pemantauan berkelanjutan, pengambilan keputusan klinis yang tepat waktu, serta peningkatan hasil klinis.

Stephanie Sievers, Managing Director of Philips APAC, pada Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Produksi Dalam Negeri
Dengan memproduksi alat monitor pasien di dalam negeri, diharapkan dapat memperluas ketersediaan dan adopsi solusi ini di berbagai fasilitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
“Kemitraan dengan Philips memungkinkan kami untuk mempercepat adopsi teknologi patient monitor canggih di Indonesia,” ujar Drs. Masrizal Achmad Syarief, Direktur Utama PT Graha Teknomedika. “Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Philips untuk menyatukan inovasi global dengan keahlian manufaktur lokal, guna meningkatkan kualitas layanan klinis sekaligus berkontribusi pada terwujudnya sistem kesehatan yang lebih tangguh.”
“Bermitra dengan produsen lokal terpercaya di Indonesia merupakan perwujudan dari tujuan perusahaan kami untuk memperluas akses terhadap teknologi Kesehatan yang bermakna, sekaligus memperkuat kapabilitas lokal dan kemandirian industri kesehatan nasional,” kata Astri R. Dharmawan, Presiden Direktur Philips Indonesia. “Kolaborasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk Indonesia, melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan pemerintah dan mitra industri, guna mendukung agenda transformasi Kesehatan nasional dan menghadirkan layanan yang lebih baik bagi lebih banyak orang.”

Foto Bersama antara Philips dengan PT PHC Indonesia; PT Graha Teknomedika (GTM); Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI; Deputi Menteri Bidang Promosi Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI; dan Direktur IPAMP, Kementerian Perindustrian RI
Selama ini, Philips menjalin kerja sama erat dengan penyedia layanan kesehatan, mitra industri, dan pemangku kepentingan pemerintah untuk mendukung rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia melalui penyediaan teknologi, layanan, serta pelatihan klinis di bidang kesehatan.
Seluruh upaya ini termasuk perjanjian multi-tahun yang telah diumumkan sebelumnya antara Philips dan Kementerian Kesehatan Indonesia untuk menerapkan sistem terapi berbasis pencitraan canggih di seluruh 38 provinsi di Indonesia, dalam kerangka proyek Penguatan Jaringan Rujukan Kesehatan Indonesia (SIHREN).
Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA) adalah perusahaan teknologi kesehatan terkemuka yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi yang bermakna. Inovasi Philips yang berpusat pada pasien dan manusia dengan memanfaatkan teknologi canggih, wawasan klinis konsumen yang mendalam untuk memberikan solusi kesehatan pribadi bagi konsumen dan solusi kesehatan profesional bagi penyedia layanan kesehatan dan pasien mereka baik di rumah sakit maupun di rumah.
Berkantor pusat di Belanda, perusahaan ini menjadi pemimpin dalam penggambaran diagnostik, Ultrasound, terapi dengan panduan gambar, pemantauan dan informatika perusahaan, serta kesehatan pribadi. Philips menghasilkan penjualan pada tahun 2024 sebesar EUR 18 miliar dan mempekerjakan sekitar 67.000 karyawan dengan penjualan dan layanan di lebih dari 100 negara.

Jane Yeo Head of Communications & Brand, APAC
You are about to visit a Philips global content page
Continue
Tan Yi Xian Communications and Brand Manager, ASEAN
You are about to visit a Philips global content page
ContinueDr. L Rizka Andalucia, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, pada Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Produksi Dalam Negeri.
Stephanie Sievers, Managing Director Philips APAC, pada Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Produksi Dalam Negeri
Nurul Ichwan, Deputi Menteri Bidang Promosi Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, pada Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Produksi Dalam Negeri
Foto Bersama antara Philips dengan PT PHC Indonesia; PT Graha Teknomedika (GTM); Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI; Deputi Menteri Bidang Promosi Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI; dan Direktur IPAMP, Kementerian Perindustrian RI