1

Waktu Baca: 5 Menit

Beranda ›› cara memompa ASI (jika perlu)

Beranda ›› cara memompa ASI (jika perlu)

Cara memompa ASI (jika perlu)

Ada banyak ibu yang tak sabar ingin mulai memompa ASI-nya, tetapi pada umumnya, Anda disarankan untuk menunggu sampai bayi berusia satu bulan. Ini akan memberi tubuh Anda kesempatan untuk menyediakan pasokan ASI yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bayi Anda, dan menghindarkan Anda dari kerepotan tambahan yang menyertai kegiatan memompa ASI.

Kegunaan memompa atau memerah ASI

1. Berat badan bayi sulit bertambah


Jika penyedia layanan kesehatan Anda memberi tahu Anda bahwa suplai ASI perlu ditingkatkan, sudah waktunya mulai memompa. Beberapa bayi tidak bisa mendapatkan ASI eksklusif karena dilahirkan prematur atau berat badan lahirnya rendah. Mereka perlu dimanjakan dengan tambahan ASI. Dalam hal ini, Anda bisa memompa setiap hari setelah menyusui selama 5-10 menit. Anda dapat mencampur ASI dari hari yang sama dalam tas penyimpanan atau botol yang sama. Pastikan Anda menuliskan tanggalnya di sisi luar.

2. Puting atau payudara Anda terasa sangat sakit


Jika Anda tidak mampu menyusui bayi Anda dengan payudara karena rasa sakit pada puting, Anda dapat memompa ASI dan memberikannya dengan cangkir atau sendok. Hubungi konsultan laktasi untuk memeriksa mulut bayi. Dalam beberapa hari, Anda akan dapat menyusui kembali.

Jika payudara Anda terasa sakit karena pembengkakan saat ASI Anda pertama kali berproduksi, Anda dapat memompanya secukupnya untuk melembutkan payudara Anda (tetapi jangan berlebihan, supaya tubuh Anda tidak bereaksi untuk terus memproduksi terlalu banyak ASI).

3. Anda tidak diizinkan untuk menyusui


Apabila Anda mengalami infeksi seperti hepatitis, luka akibat sifilis, atau HIV, Anda tidak akan diizinkan menyusui bayi Anda. Dalam hal ini, Anda dapat memberikan ASI kepada bayi Anda dari bank ASI manusia, yang ada di banyak negara. WHO merekomendasikan bank ASI sebagai pilihan pertama sebelum memberikan susu formula, yang hanya memiliki 40 kandungan gizi, dibandingkan ASI yang memiliki lebih dari 200 kandungan gizi. Selain itu, susu formula dibuat dari susu sapi, yang tidak mampu ditoleransi beberapa bayi.

Cara memilih pompa


Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli pompa ASI:

 

  • Seberapa besar uang yang harus Anda keluarkan untuk pompa ASI?
  • Seberapa sering Anda berencana untuk menggunakannya?
  • Berapa usia bayi Anda/seberapa banyak ASI yang akan Anda pompa?
  • Seberapa mudah diakses dan portabel pompa tersebut diperlukan (yaitu, apakah Anda perlu membawanya ke tempat kerja setiap hari)?
  • Pompa mana yang digunakan teman Anda?
  • Apakah Anda ingin menyewa pompa ASI?

 

Setelah Anda membeli pompa, pastikan Anda membaca petunjuk dari produsen sebelum menggunakannya. Sebagian besar pompa harus disterilkan sebelum digunakan; ini bisa memerlukan waktu beberapa jam. Jika Anda menggunakan pompa sewaan, sebaiknya Anda memiliki kit pompa pribadi. Jangan berbagi pompa ASI bersama orang lain kecuali di rumah sakit dan staf mengganti semua tabungnya.

Cara mulai memompa

 

  • Mulailah memerah sedikit ASI dengan tangan terlebih dahulu. Pijat payudara beberapa menit.
  • Ukuran flensa harus tepat untuk puting Anda dan terpasang rata pada puting.
  • Mulailah dengan setelan tingkat isap terendah dan tingkatkan perlahan-lahan.
  • Jangan berkecil hati jika hanya sedikit ASI yang keluar dalam sesi pemompaan pertama. Tubuh Anda memerlukan beberapa sesi untuk bereaksi terhadap permintaan yang lebih tinggi.
  • Memompa ASI pada satu payudara sambil menyusui dengan payudara yang lain merupakan strategi yang efektif bagi banyak ibu.
  • Bersantailah saat memompa. Cobalah untuk tidak mengamati keluarnya ASI. Terapi citra terpandu dapat membantu, misalnya dengan membayangkan air terjun. Studi menunjukkan bahwa ini dapat meningkatkan aliran susu sebesar 40%.

Menyimpan dan memberikan ASI yang dipompa


Jika Anda berniat memberikan ASI ini dalam empat jam ke depan, Anda bisa menaruhnya dan memberikannya pada suhu kamar. Jika tidak, simpan dalam kulkas hingga maksimal empat hari, dan jika masih belum digunakan, bekukan.

Memberikan ASI perah kepada bayi Anda


Pertama-tama, pertimbangkan untuk memberikan ASI dengan cangkir, bukan melalui botol susu. Tidak ada dot botol yang benar-benar menyerupai payudara. Bayi yang diberi susu botol (baik susu formula maupun ASI perah) dapat berubah konsumsi pengambilan asupannya, sehingga bisa mengakibatkan obesitas di kemudian hari, dan mungkin mulai lebih memilih rasa dan aliran dot botol (dibanding puting lembut ibu).

You are about to visit a Philips global content page

You are about to visit the Philips USA website.

Our site can best be viewed with the latest version of Microsoft Edge, Google Chrome or Firefox.