1
Panduan orang tua

Beranda ›› Cara Menyapih: Kapan Dan Bagaimana
Beranda ›› Cara Menyapih: Kapan Dan Bagaimana

Cara Menyapih: Kapan Dan Bagaimana

 

Bacaan 5 menit

 

Seperti semua hal, pasti semua ada akhirnya. Menyapih bayi dari menyusui merupakan momen yang besar untuk ibu dan bayinya, dan itu adalah sebuah hal yang bergantung pada keputusan mereka sendiri. Ketika ibu dan bayi sudah siap untuk menyapih, berikut adalah beberapa tips cara menyapih agar prosesnya lebih mudah.

Kapan mulai menyapih bayi?

 

Cara memberhentikan anak menyusui itu bermacam-macam dan durasinya juga beragam. Tidak ada durasi waktu khusus yang berlaku untuk semua bayi karena itu merupakan keputusan bersama antara bayi dan ibunya sendiri. 

 

Mungkin ada yang bertanya, ‘Anak disapih umur berapa?’. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk menyusui bayi secara langsung sampai dia berumur enam bulan.1   Disarankan juga untuk menggabungkan kombinasi makanan padat dan ASI sampai dengan umur satu tahun. Apabila bayi sudah disapih sebelum umur satu tahun, mereka dapat meminum susu formula untuk mengganti ASI. Apabila anak disapih setelah berumur satu tahun atau lebih, maka dia tidak perlu diberi susu formula dan dapat minum susu sapi secara langsung. 2

Walaupun hal yang di atas direkomendasikan, banyak juga para ibu yang menyapih bayinya sebelum 12 bulan, dan ada juga yang masih menyusui anaknya sampai dengan dua tahun. Ini juga dikenal sebagai perpanjangan penyusuan yang juga merupakan pilihan yang sehat untuk ibu dan bayi yang masih ingin melanjutkan proses menyusui.

Tanda-tanda bayi sudah siap untuk disapih

 

Ibu-ibu mungkin ingin mengetahui cara menghentikan air susu ketika ingin menyapih atau cara menghentikan menyusui terlalu lama karena biasanya jarang bila bayi itu sendiri yang berhenti. Menyapih bayi biasanya merupakan proses perlahan-lahan untuk ibu dan bayi. Ada beberapa tanda bahwa bayi sudah siap untuk disapih: 3

 

  • Ada rasa tidak tertarik atau menolak untuk disusui
  • Durasi menyusui yang lebih pendek dari sebelumnya
  • Mudah terganggu atau tidak fokus ketika disusui
  • Bermain dengan payudara seperti menggigit atau menarik
  • Mengemut tapi tidak menghisap susu

 

Pelajari lebih tentang menyapih yang dituntun bayi sendiri dan kapan memulainya di sini.

Cara menyapih dan tips menyapih bayi


Ketika bayi dan ibunya sudah memutuskan untuk berhenti menyusui, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar transisinya lebih mudah. Berikut adalah saran kami tentang cara memberhentikan anak menyusui ketika waktunya sudah tepat: 2

1. Sapih perlahan-lahan

 

Kuncinya menyapih adalah melakukannya secara perlahan-lahan agar ibu dan bayi dapat beradaptasi secara fisik dan emosional. 

 

Sebagai tambahan, menyapih perlahan-lahan juga dapat membantu para ibu menghindari permasalahan seperti pembengkakan payudara atau perasaan kurang nyaman.

2. Keluarkan atau pompa ASI

 

Untuk menghindari pembengkakan ketika menyapih, para ibu mungkin perlu untuk mengeluarkan atau memompa ASI, terutama kalau bayi umurnya kurang dari satu tahun. Salah satu trik adalah mengeluarkan ASI agar payudara merasa memang harus mengurangi produksi. 

 

Karena memompa merangsang arus ASI, maka penting untuk memompa dengan durasi kurang dari satu sesi menyusui dengan bayi. Perlahan-lahan, produksi ASI akan berhenti dengan sendirinya. Cek pompa ASI listrik ini yang mempunyai bantalan pijat yang dapat merangsang ASI keluar. 

3. Kurangi satu sesi menyusui setiap minggu

 

Bagaimana cara menyapih yang perlahan-lahan? Kami menyarankan untuk mengurangi satu sesi setiap minggu, dimulai dari sesi menyusui pada siang hari atau kapanpun waktu yang bukan favorit si bayi. Sesi yang akan bertahan paling lama biasanya sebelum tidur dan ketika si bayi bangun.

 

Ketika bayi sedang disapih, payudara si ibu akan tetap memproduksi ASI sampai si ibu sama sekali berhenti menyusui. Sembari menunggu, biasanya para ibu juga bisa menggunakan bantalan payudara agar tetap nyaman dan menghindari bekas di pakaian.

4. Perlu kelonan tambahan dengan si bayi

 

Selain perubahan fisik ketika anak disapih, ibu dan bayinya juga akan mengalami perubahan emosional. Bayi sebaiknya diberikan kelonan atau pelukan tambahan pada periode ini. Afeksi tambahan akan tetap mempertahankan perasaan dekat dan keintiman yang datang dari menyusui.

5. Kenalkan makanan-makanan lain pada waktunya menyusui

 

Cara lain untuk membantu bayi beradaptasi pada perubahan-perubahan baru adalah menggantikan jadwal menyusui dengan makanan lain. Bayi yang umurnya lebih dari satu tahun dapat mengganti porsi menyusuinya dengan susu sapi atau cemilan apabila dia sudah berlanjut ke makanan padat. Cek botol bayi natural untuk membuat transisi dari payudara ke botol lebih mudah.

Laluilah transisinya

 

Walaupun menyapih bayi adalah suatu hal yang alami, perubahan ini adalah salah satu perubahan paling besar antara bayi dan ibunya. Dengan perasaan-perasaan bangga terhadap pertumbuhan bayi, perasaan sedih juga sangat normal. Menyusui memang membuat hubungan spesial antara ibu dan bayi, jadi memang perasaan sulit berpisah itu biasa terjadi.

 

Untuk pertanyaan-pertanyaan lebih, jangan segan untuk menghubungi dokter atau tenaga kesehatan profesional.

Anda mungkin suka

  • Untuk Ibu Baru: Menyusui Bayi itu Sederhana

    Untuk Ibu Baru: Menyusui Bayi itu Sederhana

  • Gabungan ASI dan Susu Formula: Langsung dan Susu Botol

    Gabungan ASI dan Susu Formula: Langsung dan Susu Botol

  • Cara Memberikan Makanan Pertama MPASI Pada Bayi dengan Metode Baby Led Weaning

    Cara Memberikan Makanan Pertama MPASI Pada Bayi dengan Metode Baby Led Weaning

Philips Pregnancy+ App

Aplikasi gratis Pregnancy+

Ikuti setiap perkembangan yang dialami buah hati Anda mulai dari masa kehamilan hingga awal pertumbuhan. Proses kehamilan kini semakin informatif dan menyenangkan!

1 www.idai.or.id - Manajemen Laktasi

2 www.alodokter.com - Cepat atau Lambat, Ibu Harus Tahu Cara Menyapih Anak

hellosehat.com - Sebenarnya Apa yang Disebut Dengan Menyapih Anak?